Waktu aku nonton televisi

Aside

Lihatlah kawan penyandang jas gelap itu
Mereka yang kita pilih dulu
Terlihat heroik di ruang sidang
Dengan teriakan sumbang
Saling menuduh lawan anti demokrat
Dengan bangga mengaku membela rakyat

Kata pewarta rakyat sekarang sudah pintar
Mampu bedakan mana baik mana benar
Politisi sekarang juga semakin pintar
Sedetik mampu hilangkan uang satu milyar
Itu kata pewarta juga

Harusnya negeri kita bangga
Mampu hidupi ratusan penjajah berdasi di istana
Dengan rumah dan mobil kelas nirwana
Hidup jemawa bersih tanpa cela

Sungguh bodoh mereka yang menggerutu
Berdemo berteriak sambil melempar batu

Mereka kecewa
Merasa dikibuli jagoan andalannya
Padahal dulu mereka bangga
Sok cerdas jagokan wakilnya
Yang diaggapnya titisan dewa

Duh rakyat malang
Nasibmu tetap saja terbelakang
Di atas ditendang
Di bawah saling menendang
Dari era Belanda-Jepang
Sampai sekarang
Tujuh kali ganti pimpinan
Hidupmu berada dibawah garis kewajaran

Jika kalian masih berhasrat seperti mereka
Duduk manis di ruang sidang sambil tertidur dengan mulut menganga
Berbalik lurus dengan sandiwara depan kamera
Dengan gaya bicara bak para penghuni biara
Sambil menikmati tunjangan Porsche Carrera
Serta istana megah saingan raja Arabia

Maka
Berjuanglah
Orang takkan hidup mewah dari hasil tangan menengadah
Renungkanlah
Bahwa hidup yang lumrah tak tergantung harta yang berlimpah
Percayalah
Orang yang tercekik mata hatinya takkan pernah puas walau telah kuasai dunia

Surabaya, 19 Oktober 2014

Advertisements

One thought on “Waktu aku nonton televisi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s