Suatu hari

Aside

Ketika aku melihat pupil matamu
Aku tahu bahwa hidupmu sangat kacau
Masa depan tercecer berserak bertumpuk dengan kenangan dari keluarga yang kau cinta
Wajahmu penuh sesal tanpa makna jelas
Pipimu yang membasah waktu kau mengingatnya
Semakin jelas terlihat bahwa kau memang penuh luka dan duka

Namun jika mentari kehilangan cahaya
Tawamu menggelegar
Bagai halilintar saling menyambar
Lukamu pudar
Wajahmu berbinar
Harapanmu berpendar
Matamu semakin berbinar
Kehilangan satu-satunya sesal yang kau tangisi tiap akhir malam
Dengan wajah tersenyum lebar kau tantang malam kelam
Hingga berakhir lagi dalam tangisan panjang

Selalu ada alasan untuk membenarkan
Selalu ada celah dalam kesalahan
Itulah hidupmu
Keunikan menyertai senyummu
Kebingungan berjalan di belakangmu
Sedang kau masih dungu
Semakin kau bersembunyi dalam bayangmu
Dirimu yang hakiki semakin terlihat semu
Perlahan menghilang tapi pasti
Dalam kesadaran penuh kau tak akan mengakui
Kalau bayangan gelap itu bukan lagi ilusi

Surabaya, 2 November 2014

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s