Pergilah

Aside

Termenung diantara pribadi yang labil
Mengharap pada rembulan
Agar tak lagi enggan bersilang tawa
Seperti biasa
Saat malam masih bersih tak ternoda

Padahal dulu kau terkenal pemalu
Untuk senyum saja kau masih ragu
Seharian berjalan dengan wajah lesu
Menunduk rendah penuh rasa malu
Kini kau bangga dengan eksistensimu
Gerakmu lihai memancing nafsu
Adakan sayembara agar bintang saling beradu
Demi pengakuan kau jual harga dirimu

Jangan lagi dekati aku
Tak sanggup kulawan pesonamu
Sungguh benar jika aku ingin membunuhmu
Meski dalam hati kumasih mencintaimu

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s