Lupa

Aside

Dia lupa…
Dia lupa akan dirinya sendiri
Hanya berjalan pelan dan pasrah dalam indahnya kegelapan
Memasang muka linglung dengan jemari yang kuat menggenggam
Dengan wajah yang semakin berantakan, mengubah apa yang lalu menjadi sekarang

Dia bingung…
Meraba kepastian yang belum tentu datang, sedang ia setia menunggu di atas sebongkah karang
Bermandikan ribuan alasan yang dipendam jauh hari, dia memaksa dirinya yang tegang agar tetap tenang

Dia masih mencintainya…
Namun penyesalan yang selalu datang terlambat tak mampu lagi memaksa raga tuk bangkit
Hati yang dulu kokoh bak raja Merapi kini melempem, rapuh dan hancur bila tergores sedikit rasa sakit

Dia adalah…

Aku lupa…

Surabaya, 27 Desember 2014

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s