Prahara Kucing dan Tikus

Aside

Biarlah kucing berteriak maling
Kepada tikus yang kurus kering
Mengambil rejeki secuil daging
Agar anak istrinya tak lagi berpegang kening

Kucing yang berteriak juga butuh asupan
Meski asupan dirogoh dari pakan suapan
Bukan lagi moral yang jadi panutan
Melainkan perut yang penuh tuntutan
Bukan lagi perut yang lapar akan jamuan
Tapi kepentingan publik yang menjadi korban

Jika Tuhan tak pelit dalam membagi rejekinya
Mungkin singa akan memakan sesama singa
Tapi Tuhan memanglah Maha Bijaksana
Rusa dicipta, ikhlas menerima kalau ia hanya menjadi penyambung nyawa

Surabaya, 23 Januari 2015

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s