Inilah Aku dengan Kemilau Palsuku

Aside

Kadang aku merasa rendah dengan kekuranganku di depannya, kadang aku merasa hina jika disandingkan dengan kesucian batinnya. Tapi haruskah aku menyesali kondisi yang melingkupiku?

Seakan aku memaksanya untuk ikut terjun dalam duniaku yang serba kumuh, menyeretnya masuk kedalam ruangan pengap penuh kehinaan.

Maafkan aku, telah membuatmu buta dengan kemilau palsuku. Ampuni kedurjanaanku dengan kesucian indahmu yang mengakar kuat dalam hatimu. Terimalah aku, karena kaulah alasan sesungguhnya mengapa aku masih ingin hidup. Mendekatlah padaku, seakan dunia terasa gelap tanpa cahaya cinta yang kau berikan tulus untuk diriku.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s