Aku dan Kematianmu

Aside

Mentari melambai pasrah di ujung cakrawala
Melebur bersama perbukitan cemara
Aku, dengan sebatang asa di tepian lembah fana
Hanya melirik sambil menutup tirai cita
Terkadang aku merasa puas, cahaya yang menyandingku selama ini berpaling dengan senyuman ceria

Tiada yang berharga jika hidup tak mengenal perpisahan
Meski hati membeku
Alam pikir terbuntu
Gerak tak lagi melaju

Aku, kau… Serta kematianmu

Rindu mendayu di tengah kerumunan pembisu
Bisikkan cerita manis dalam alunan nada syahdu
Buatku memejamkan mata
Dan menggumam tanpa suara
“Jika mentari baru muncul esok hari, katakan padanya bahwa aku telah mati”

Surabaya, 14 Maret 2014

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s