Di Pelataran Istana

Aside

Kerlip bintang ingin kugenggam
Tapi apa daya
Uluran tanganku hanya sebatas khayalan

Terang cahaya siang ingin kuraup
Tapi apa daya
Memandang saja mataku saja tak sanggup

Abdi-abdi malam di pelataran istana
Tersenyum kecut melihat tingkahku
Saat aku melamun dengan tatapan buta
Tepat kamar sang putri tatapanku tertuju

Keruh hati terasa sirna
Saat kulempar pandangku ke sana
Aku tak butuh jawaban
Akan rasaku pada sang rembulan
Biar angan menaungi
Agar lekas selesai puisi cinta ini

Surabaya, 17 Maret 2015

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s