Mantan

Aside

Terik matahari buta pukul dua belas siang
Membakar di tengah himpitan gedung tak tertata
Dedaun kering gugur terbang ke alam lepas
Melepas ikatan murni berbalut cinta bertabur asa

Cinta yang dulu menggenang indah bagai telaga kausar
Terbakar terik hingga kering tak berbekas
Mahligai percintaan penuh bintang yang bersinar
Kini padam tak berona tanpa tumpu harapan

Dinding terjal takdir membelah keutuhan cinta
Dua insan yang dahulu memupuk sejuta impian
Mengikat simpul dalam naungan tenda biru muda
Penuh gelora asmara tak acuhkan apa walau mengancam

Siang yang bernasib sama dengan dedaunan
Hanya mampu mengukur jarak tempuh yang tersisa
Ikhlas pasrah memandang pahit perpisahan
Ketika sepi, mainkan kembali rekam-rekam kenangan
Berharap langit turunkan keajaiban
Agar kembali bersama menata puing-puing cinta
Untuk habiskan sisa usia bersama sang belahan jiwa
Berdua berbagi cinta hingga kembali ke pangkuan-Nya

Surabaya, 26 Maret 2015

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s