Menghitam

Aside

Tak tahu kapan berakhir
Senandung pilu sesurat takdir
Pada kebekuan aku berdiri
Menghitung nama demi nama
Tersisih tersampahkan
Mungkin aku terlalu arogan
Mengulur hingga ufuk jauh
Hingga tak kuasa lagi direngkuh
Pun ragaku hampir pingsan
Matahari cerah bersamaku turut menghitam
Ya…
Aku adalah peniru ulung
Yang jatuh cinta pada sifat agung
Mengeja makna
Di antara ceceran aksara buta
Keramat dosa
Entah…
Aku ingin lari
Terus hingga mendekap sunyi
Terus tak tahu tujuan pasti
Aku hanya ingin lari
Meski kaki tak mampu melangkah kini

Surabaya, 11 April 2015

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s